Hari ini saya mampir keblognya. Dia bukan penulis walaupun saya yakin dia bisa jadi penulis hebat. Tapi entah mengapa tulisannya selalu membuat saya seolah-olah bisa membayangkan apa yang ditulisnya dengan nyata.
Dia sudah bahagia dengan partnernya. Dia sangat mencintai partnernya. Partnernya juga sangat mencintainya. Saya merasa telah menjadi orang jahat jika saya masih mengharapkan cintanya. Jahat karena dalam doa saya selalu berharap mereka akan berpisah. Jahat karena saya berharap partnernya berbuat kesalahan hingga menyakitinya dan akhirnya dia bisa kembali kepada saya setelah dia menyadari bahwa hanya saya saja yang paling baik untuk dirinya.
Picik? Saya memang picik. Sepicik keinginan saya untuk kembali mendapatkan rasa bahagia yang selalu mampu dia berikan walaupun dia tidak pernah menyadarinya.
Hujan turun dengan deras sore ini. Sederas airmata yang mengalir dipipi saya. Menyadari bahwa saya ternyata hanya seorang psikopat yang menginginkan dia tidak bahagia bersama partnernya.
lonelittle said,
February 24, 2009 @ 12:19 pm
itu bukan psikopat kok. itu manusiawi. yah, mencintai sepenuh hati memang menyakitkan kan? mungkin itu yang lagi km alami. aduh gue sotoy
azie said,
June 14, 2009 @ 9:34 am
cinta memang egois…
tanpa egois, cinta gak akan pernah ‘ada’
……
Biarlah hujan mengalir deras sore itu. Aku yakin pagi pasti cerah lagi.
:p