Saya Memujanya

Saya tidak berani dengan jujur menunjukkan siapa yang saya puja. Tidak seperti sebuah blog yang saya baca. Di sana dengan jelas tertera nama sang pujaan hati. Tapi dia pasti tahu bahwa saya sangat memujanya. Memujanya hingga hati saya menjadi setengah gila.

Dia satu-satunya wanita yang menjadi oksigen saya. Satu-satunya wanita yang menjadi darah saya. Saya sangat mencintai dan menyayanginya.

Dia sedang tenang dan bahagia di sisi kekasihnya tercinta. Kekasihnya yang membuat saya ingin datang menghampirinya dan menghunuskan pisau belati ini hingga hanya kepada saya lah dia kembali.

1 Response so far »

  1. 1

    azie said,

    memuja, menjadi salah satu bagian dari energi kita.
    memujanya, untuk selalu melihat kebahagiaannya.
    hanya memujanya, tanpa diketahuinya.
    karena, bila kita sudah memilikinya.
    Energi itu akan berbeda ketika kita memujanya, pasti menyakitkan


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.