Terima kasih…

Sudah hampir satu tahun yang lalu sejak saya menulis di sini.

Saya akui, saya merasa kehilangan. Kehilangan dia yang meskipun berkali-kali mencoba tetap menunjukkan keinginan berteman namun tak mampu mengisi kekosongan hati saya.

Apakah hanya sebatas itu? Sebatas tali pertemanan yang bahkan tak sanggup untuk saya rajut? Saya tidak butuh teman. Saya butuh kekasih. Kekasih yang sanggup menyayangi saya seperti halnya dia menyayangi saya.

Hari itu hati saya berbunga-bunga. Dia yang sekian lama tidak menghubungi saya akhirnya mengirimkan sebuah SMS. Saya pikir dia sudah lelah dengan usahanya.

Secercah harapan kembali muncul. Harapan yang selalu ada meskipun dia belum sanggup untuk menerima cinta saya.

Rasa sayang saya kepadanya begitu besar hingga sanggup membuat saya menunggunya. Menunggu dirinya hanya untuk sekedar menyapa “Hey, apa kabar?”

Advertisement

1 Response so far »

  1. 1

    Mahadewi said,

    Semangat terus berjuang untuk cinta…tapi bukanlah cinta juga tak mesti bersatu.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.