Sudah hampir satu tahun yang lalu sejak saya menulis di sini.
Saya akui, saya merasa kehilangan. Kehilangan dia yang meskipun berkali-kali mencoba tetap menunjukkan keinginan berteman namun tak mampu mengisi kekosongan hati saya.
Apakah hanya sebatas itu? Sebatas tali pertemanan yang bahkan tak sanggup untuk saya rajut? Saya tidak butuh teman. Saya butuh kekasih. Kekasih yang sanggup menyayangi saya seperti halnya dia menyayangi saya.
Hari itu hati saya berbunga-bunga. Dia yang sekian lama tidak menghubungi saya akhirnya mengirimkan sebuah SMS. Saya pikir dia sudah lelah dengan usahanya.
Secercah harapan kembali muncul. Harapan yang selalu ada meskipun dia belum sanggup untuk menerima cinta saya.
Rasa sayang saya kepadanya begitu besar hingga sanggup membuat saya menunggunya. Menunggu dirinya hanya untuk sekedar menyapa “Hey, apa kabar?”
Mahadewi said,
September 10, 2010 @ 4:08 pm
Semangat terus berjuang untuk cinta…tapi bukanlah cinta juga tak mesti bersatu.